Curhat · Uncategorized

Violent Orchid

I have just remembered that someone ever called me “violet orchid”.  I was flattered to be called that way, but unfortunately sometimes I turn into violent orchid……

Kemarahan itu seperti batu yang dilempar ke tengah danau.  Ia akan menimbulkan riak dan gelombang, meski hanya beberapa saat.  Setelahnya riak itu akan hilang, tetapi batu itu akan tetap berada di dasar danau…….  Meski hanya sesaat, kemarahan itu akan menyakiti hati orang lain.  Dan walaupun kita telah meminta maaf, bekasnya akan selalu ada. 

Aku benar-benar paham akan hal itu, tetapi terkadang sulit sekali mengontrol kemarahan ini, cerminan pribadiku yang belum matang.  Lucunya, kemarahan ini malah sering timbul ke orang-orang terdekatku.  Orang-orang yang aku sayangi, dan karenanya (mungkin) aku menaruh ekspektasi yang besar kepada mereka.  Dan ketika ekspektasi tak terpenuhi, letupan2 kecil kadang timbul.  Indri sang violet orchid berubah jadi violent orchid…..  MasyaAllah… dan aku menyesal setelahnya.  Ya Allah, hamba selalu berusaha sabar, tetapi ternyata sulit sekali menjalaninya.  Mohon tolonglah hamba untuk senantiasa bersabar….

Advertisements
Curhat

Susahnya Menjadi Orang Baik

Ternyata menjadi orang baik (yang sebenar-benarnya) tidak semudah yang aku bayangkan. Butuh banyak pengorbanan dan keikhlasan… Dari luar tampaknya sudah baik, mudah menolong orang yang lagi butuh bantuan, gemar memasukkan uang (meski seringkali cuma koin) ke kotak amal, memberi anak2 yg butuh tumpangan ke sekolah, etc2 kebaikan2 kecil lain. Namun ternyata, untuk ikhlas menolong ketika orang yg kita tolong tidak tahu terima kasih dan seringkali malah merepotkan, beramal yg tidak diketahui orang lain dan tanpa mengharap kembali, dan terutama untuk ikhlas serta tidak iri, sangat amatlah sulit.

Iri ketika teman lain mendapat nilai yg lebih baik, iri ketika mereka bisa hidup santai dan tetap bernilai memuaskan, sementara kita yg sudah berjibaku dg buku dan teks jurnal malah biasa-biasa saja. Tidak ikhlas menjadi ko-ass (menuju) fisiologis… Astaghfirullah!! Dan rasa iri itu bagaikan kayu bakar yg membakar habis amal kebaikan.. Terkadang sulit menerima kenyataan bahwa adilnya manusia itu berbeda dg adilnya Allah. Manusia hanya bisa melihat hasil akhir, sedangkan Allah tentu saja melihat beyond all that measureable stuff (e.g, proses dan niat)! Di bulan suci ini aku ingin meluruskan niat, bahwa sebenarnya hidupku (belajarku, kerjaku, bermainku) dan matiku hanya untuk Allah; serta yakin Allah akan menilai proses.. Sedang berusaha untuk : Ikhlas.. Ikhlas.. Ikhlas.. Life long process!!!!