Uncategorized

Tips Belajar IELTS

Bismillaahirrahmaanirrahiim….

Beberapa waktu lalu setelah saya posting tentang kumpulan soal-soal IELTS dan TOEFL, ada beberapa teman yang menanyakan tips bagaimana caranya belajar IELTS.  Setelah sekian lama, barulah sekarang bisa menuliskan cara belajar ala saya. Hihi… Siapalah saya ini… Hanya sekedar sharing saja.  Jika cocok, silakan dipakai.  Jika tidak, silakan temukan metode yang paling cocok denganmu 🙂  Karena pada dasarnya tidak ada metode yang ampuh untuk semua orang.  Without further ado, here we go :

  1. Niat

Innamal a’malu binniyat (amal itu tergantung niatnya).  Karena saya seorang muslim, saya niatkan belajar IELTS ini karena Allah SWT.  Jika nilainya bagus, alhamdulillah.  Kalau masih jelek, insyaa Allah masih mendapat pahala karena sudah berusaha.  Nah, niat ini juga harus dijabarkan dalam bentuk tindakan.  Bersungguh-sungguh dalam belajar, meluangkan waktu khusus barang sejam dua jam dalam sehari adalah salah satu bentuk niat.  Jika ingin nilai bagus tapi waktu belajarnya masih kalah lama dibanding waktu yang dihabiskan untuk melihat facebook atau instagram, ya belum niat namanya. Hehehe..

2.  Berdoa

Mintalah izin kepada pemilik segala ilmu, Allah SWT.  Banyak yang menuliskan berdoa dibagian akhir tipsnya.  Bagi saya, berdoa ini penting.  Jika Allah mengizinkan, insyaa Allah segalanya jadi mudah.  Belajar lebih gampang, waktu walaupun sempit tapi sempat (digunakan untuk belajar).

3.  Kumpulan soal atau materi belajar

Mempunyai kumpulan soal latihan yang memadai itu penting.  Karena dari materi-materi tersebut kita dapat mengetahui seluk beluk IELTS (peraturan tes, bentuk soal, dll) dan materi apa saja yang perlu kita dalami.  Biasanya dalam kumpulan soal juga terdapat tips and tricks bagaimana mendapatkan nilai IELTS yang tinggi.  Contoh soal-soal IELTS dapat dilihat disini, atau bisa googling sendiri 🙂  Mempunyai kumpulan soal itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah MEMPELAJARI nya.  Sebaiknya, download satu kumpulan soal, belajar/kerjakan hingga tuntas, baru cari kumpulan soal yang lain.  Mendownload sekaligus biasanya berakibat materi hanya tertumpuk di laptop. Hehe… *pengalaman pribadi*

4.  Banyak Latihan

Bagi saya latihan dibagi dua macam, cara cepat dan cara lambat.  Cara cepat digunakan kalau waktu sudah mepet dan harus segera ambil tes.  Cara cepat ini dengan drilling.  Mau tidak mau harus banyak belajar soal, kerjakan, dinilai.  Diulang-ulang terus.  Listening bisa dilakukan dimana saja, sambil menunggu bis, ketika ada rehat sebentar, dll.  Gadget adalah saran ampuh dan praktis untuk belajar listening.  Untuk speaking, bisa meminta teman untuk mendengarkan, atau kita ngomong dan direkam.  Speaking harus benar-benar dilatih dengan ngomong, tidak bisa hanya melihat contoh-contoh speaking.  Untuk reading dan writing, sebaiknya meluangkan waktu khusus untuk ini karena kita butuh konsentrasi untuk membaca dan menulis.  Tips-tips yang lebih spesifik, insyaa Allah nanti akan saya tuliskan dalam tulisan yang berbeda.

Selanjutnya adalah cara lambat.  Cara lambat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara.  Membaca koran atau media online berbahasa Inggris (the Jakarta Post, BBC, the Guardian, dll), membaca jurnal ilmiah, menonton acara televisi (jika suka), dan banyak berinteraksi dengan orang lain menggunakan bahasa Inggris.  Jika membaca media online atau buku berbahasa Inggris, baca dulu semuanya, kira-kiralah artinya tanpa membuka  kamus atau google translate.  Setelah kita kira-kira, baru tandai kata-kata sulit, cari artinya, catat, dan buatlah kalimat baru dengan kata-kata tersebut.  Kemampuan memahami konteks tulisan tanpa tahu semua kata-kata yang ada di tulisan itu sangat penting, karena tidak mungkin kita paham semua kosakata yang nantinya muncul di soal.  Dengan melakukan hal ini, kosakata kita akan semakin luas dan kemampuan memahami tulisan juga meningkat 🙂  Saya sendiri belajar bahasa Inggris dari membaca jurnal ilmiah.  Sejak jaman koass (dokter muda) saya sering menerima order terjemahan.  Alhamdulillah, ada hikmahnya menjadi translator walaupun bayarannya tak seberapa. Hehehe….

5.  Tawakal

Setelah berdoa dan berusaha dengan tekun, yang bisa kita lakukan adalah tawakal.  Apapun hasilnya, jangan berhenti belajar.  Jika bagus, alhamdulillah, kita bisa lanjut untuk belajar ilmu yang lain.  Jika belum bagus, ulangi lagi dan belajar lebih keras.  Tetap semangat dan keep smile 🙂

 

PS: Bagi yang waktunya sempit alias sibuk, jangan berkecil hati.  Saat mengambil tes IELTS ini, posisi saya masih bekerja fulltime dan mempunyai anak balita.  Alhamdulillah masih bisa mendapat nilai yang baik.  When there’s a will, there’s a way…

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s