Curhat · Uncategorized

Violent Orchid

I have just remembered that someone ever called me “violet orchid”.  I was flattered to be called that way, but unfortunately sometimes I turn into violent orchid……

Kemarahan itu seperti batu yang dilempar ke tengah danau.  Ia akan menimbulkan riak dan gelombang, meski hanya beberapa saat.  Setelahnya riak itu akan hilang, tetapi batu itu akan tetap berada di dasar danau…….  Meski hanya sesaat, kemarahan itu akan menyakiti hati orang lain.  Dan walaupun kita telah meminta maaf, bekasnya akan selalu ada. 

Aku benar-benar paham akan hal itu, tetapi terkadang sulit sekali mengontrol kemarahan ini, cerminan pribadiku yang belum matang.  Lucunya, kemarahan ini malah sering timbul ke orang-orang terdekatku.  Orang-orang yang aku sayangi, dan karenanya (mungkin) aku menaruh ekspektasi yang besar kepada mereka.  Dan ketika ekspektasi tak terpenuhi, letupan2 kecil kadang timbul.  Indri sang violet orchid berubah jadi violent orchid…..  MasyaAllah… dan aku menyesal setelahnya.  Ya Allah, hamba selalu berusaha sabar, tetapi ternyata sulit sekali menjalaninya.  Mohon tolonglah hamba untuk senantiasa bersabar….